29/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Perenungan atas PRESTASI DUNIA Menghantarkan Menuju Jalan Hijrah

Oleh Irma UmmuImran
Mom Entrepreneur

Tulisan ini bukan sebagai sebuah mencari pencitraan hanya sebagai perenungan diri yang kian tak bernyali di depan Illahi.
Mencoba mencari apa yang sebenarnya ingin diraih dan kemana tujuan ini akan berlabuh agar bahagia hakiki itu menjelma.

Kawan dulu aku bangga saat teman-teman ku belum bisa calistung saat mau masuk sekolah dasar, aku sudah lebih dulu pintar baca tulis hitung. Bahkan prestasi di SD sebagai peringkat pertama mampu dipertahankan hingga lulus. Ada rasa bangga juga saat aku diterima di sekolah pertama negeri terkenal di Sukabumi. Persaingan yang cukup ketat serta seleksi yang tidak mudah membuat aku tambah bersemangat belajar demi menggapai sebuah cita-cita tinggi.

Prestasi demi prestasi baik di SMP hingga SMK terus kuraih. Bahkan saat UN pun aku mendapatkan nilai tertinggi dan ketika lulus pun ada perusahaan yang menerima untuk bekerja sekalipun ijazah belum keluar. Semua yang kuraih saat itu membuat aku bahagia bahkan sebagai prestasi yang tak ternilai harganya. Kedua orang tua hingga keluarga besar pun ikut bangga.

Namun nyatanya apa yang kudapatkan dulu tak sebanding dengan kehidupanku sekarang. Banyak sisi -sisi lain yang terasa hambar dan hampa. Bahkan kondisi itu terasa pahit manakala saat tidak mengenal yang memberi karunia prestasi tersebut yakni Allah Swt. Pemahaman Islamku berapa masih jauh hanya sekadar memahami rukun Islam saja sementara hukum syariat yang lain tidak aku pahami.

Prestasi yang selama ini aku dapatkan hanya hiasan yang terkadang tersisipi sifat-sifat yang tidak Allah suka. Prestasi jika tanpa sentuhan Illahi nyatanya tak akan berimbas naiknya nilai takwa. Hal inilah yang sering melanda diriku.
Perenungan diri yang cukup lama menghantarkan aku mengenal apa arti apa itu hidup, memahami asalku darimana, mau apa di dunia hingga kemana kaki ini melangkah menggapai tujuan hidup.
Dari sinilah aku mulai berhijrah menapaki jalan-jalan yang dipenuhi bunga-bunga kebaikan. Semerbak harum mewangi bau kesturi syurga yang kelak Allah janjikan bagi siapa saja yang mau menggapai pintu taat. Perjalanan ini terus aku nikmati sekalipun banyak onak dan duri. Namun tetap aku bersemangat menjalaninya karena ada teman-teman seperjuangan yang senantiasa mengingatkanku saat khilaf dan lupa.

Perjalanan hijrah ini akan terus aku ikuti hingga ajal menjemputku. Kan terus menebar manfaat untuk orang lain. Tak ingin kubanggai prestasi dunia tetapi takwa yang ingin terus kudamba. Ku akan terus mengkaji seperti para sahabat dan sahabiyah dulu yang tak lelah mencari ilmu dan berdakwah demi meraih rida Illahi. Menebar benih kebaikan hingga nyawa hilang dari raga.
Hal ini seperti semangat tahun hijriah yang terus menginspirasi, memotivasi agar prestasi akhiratku lebih tinggi dari dunia.

Surat ini menjadi perenungan diri
Ali Imran Ayat 133

Dalam surah Ali Imran ayat 133 berbunyi:
وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”
Untuk orang-orang yang bertakwa, Allah SWT

Wallahualam bissawwab.

About Post Author