30/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Utang Menggunung, Islam Solusinya

Oleh Ummu Junnah
Praktisi Kesehatan

Membayangkan saja sudah ngeri! Yang terlintas dibenak, apakah nasib Indonesia akan seperti Sri Lanka dan negeri lainnya. Dikutip oleh Kompas.com, (6/8/2022). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengakui bahwa utang Indonesia terbilang besar.
Namun, menurutnya Indonesia mampu menbayar utang tersebut.
“Orang bilang kita ini utangnya banyak, betul Rp 7.000 triliun. Tapi kita bandingkan itu hanya 41 persen dari produk domestik bruto (PDB) kita,” ujar Luhut dalam acara Silaturahmi Nasional Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) Tahun 2022, di Sentul International Convention Center di Bogor, sebagaimana disiarkan YouTube PPAD TNI, Jumat (5/8/2022).

Akar masalah

Indonesia adalah negeri penganut kapitalisme liberalisme dimana segala kebutuhan operasional negaranya baik infrastruktur ataupun untuk kesejahteraan rakyat semua bersumber dari APBN. Tidak heran jika utang negara yang memang sudah ada sebelum era pemerintahan Pak Jokowi menjabat sebagai presiden makin meningkat, ditambah lagi dengan janji kampanye terkait target infrastruktur jalan tol yang harus segera rampung.

Pemerintah lndonesia jor-joran dalam pembiayaan kebutuhan infrastruktur seperti MRT, pembangunan ibukota baru, bandara international dan masih banyak lagi dan itu memakan banyak biaya serta belanja negara untuk memenuhi kebutuhan rakyat selama pandemi.

Sistem khilafah solusi defisit APBN

Sistem khilafah memiliki cara yang mampu mengatasi krisis ekonomi tanpa membebani APBN dengan utang luar negeri. Sistem ini mengelola Sumber Daya Alam (SDA) negaranya sendiri tanpa campur tangan investor asing atau swasta maupun perorangan. Semua hasil SDA dikembalikan kepada rakyat, dengan dikelola oleh negara dan hasilnya sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat. Jadi rakyat tidak akan kekurangan dalam hal sandang, pangan, dan papan.

Dalam khilafah sistem keuangan negara diambil dari baitulmal yang memiliki tiga pos pendapatan yakni, fa’i dan kharaj, kepemilikan umum, dan sedekah.

Dari pos sedekah pendapatannya tersebut di bagikan kepada 8 golongan ashnaf yakni orang yang berhak menerima zakat. Sehingga tidak ada satu pun rakyat yang terlantar atau tidak mendapatkan pelayanan dari segi apapun.

Khilafah pernah memimpin negeri kaum muslimin tanpa utang dan mampu melakukan pembangunan di berbagai wilayah yang sangat luas tanpa adanya kesulitan dalam mensejahterakan rakyatnya. Khalifah Harun Ar Rasyid misalnya, yang memimpin negerinya menggunakan sistem keuangan negara dengan konsep syari’at baitulmal. Bahkan negeri tersebut mengalami surplus di mana pendapatan lebih besar dibanding anggaran belanja negara.

Dalam negara tersebut tidak ditemukan satu warga pun yang mengalami kesusahan bahkan karena negerinya sejahtera sehingga sulit mencari orang yang layak mendapatkan bantuan. Pembangunan negerinya pun maju tanpa utang kepada negara lain.

Dari sini kita dapat melihat bahwa sistem khilafah adalah solusi setiap permasalahan umat. Kita tinggalkan sistem kapitalisme yang rusak ini dan kita kembali ke fitrah yaitu diatur oleh sistem khilafah yang menerapkan syariat Islam secara kafah.

Wallahu a’lam bishshawab.

About Post Author