30/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Partai Daftar Pemilu, Akankah Masalah Umat Selesai?

Oleh Hasna Fauziyyah Kh (Pegawai Swasta)

Partai politik berbondong-bondong mendatangi Gedung Komisi Pemilihan (KPU) pada hari pertama pendaftaran partai politik (parpol) peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. KPU melaporkan, hingga Minggu (7/8), sudah ada 14 partai politik mendaftar sebagai bakal calon peserta Pemilu 2024. Pendaftaran dibuka selama 14 hari sejak 1 sampai 14 Agustus.

Ketua Komisi Pemilihan Umum, Hasyim Asyari, mengungkapkan bahwa parta politik yang tidak mendaftar ke KPU atau tidak melengkapi kekurangan dari syarat pendaftaran, maka dipastikan tidak akan menjadi peserta Pemilu 2024. Adapun waktu yang diberikan paling lama hingga minggu, 14 Agustus 2022. Persyaratan peserta pemilu diatur dalam UU nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu. Beberapa syarat pendaftaran diatur dalam pasal 173 ayat 2 adalah berstatus badan hukum sesuai dengan UU tentang partai politik, memiliki kepengurusan diseluruh provinsi, memiliki kepengurusan di 75 % jumlah kabupaten/kota di provinsi yang bersangkutan dan beberapa syarat lainnya.

Berbicara tentang partai politik, tentu bukan hanya masalah administrasi semata. Hal yang paling utama harus diperhatikan adalah sudahkah partai politik memainkan peran dan fungsinya dengan baik di masyarakat? Nyatanya publik belum melihat peran sentral parpol untuk rakyat kecuali saat pemilu. Mereka hanya berperan aktif ketika demokrasi 5 tahunan itu digelar. Demilkian pula dengan kader yang dihasilkan hari ini belum menjamin memberikan mafaat yang besar untuk umat. Justru yang kita saksikan adalah semakin banyaknya kasus parpol terjerat korupsi.

Kita tentu masih mengingat, bagaimana tertangkapnya kader parpol penguasa dalam kasus korupsi. Masalah utama yang sangat pelik dialami oleh partai hari ini adalah ikatan ideologi yang diterapkan. Peneliti Pusat Penelitian Politik (P2P) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Aisah Putri Budiatri mengatakan, saat ini banyak partai politik di Indonesia yang tidak memiliki basis ideologi yang kuat (nasional.kompas.com).

Tak heran jika melihat rekam jejak parpol hari ini tidak ada yang bebas dari konflik. Sementara masyarakat belum merasakan kehadiran mereka memberikan pendidikan politik. Namun inilah fakta partai politik dalam sistem politik demokrasi yang justru terjebak dalam pragmatisme. Suara rakyat hanya menjadi tumbal keserakahan untuk meraih kemenangan. Setelah menang, mereka lupa bagaimana membalas budi suara masyarakat. Mereka justru membuat kebijakan yang bertentangan dengan kehendak rakyat dan malah berpihak kepada cukong politik.

Karena itulah umat butuh gambaran ideal parpol ideologis yang bisa dirasakan perannya di masyarakat. Jika berbicara sahih tidaknya partai politik, ternyata hal itu berkaitan erat dengan landasan ideologi yang melatarbelakangi berdirinya parpol tersebut. Partai politik berdiri bukan untuk meraih kekuasaan dan memenangkan suara semata. Sejatinya partai politik memiliki peran strategis dalam melakukan perubahan di tengah masyarakat, yaitu membentuk kesadaran dan pemahaman politik pada masyarakat. Politik yang dimaksud adalah mengurus urusan rakyat. Tujuan berdirinya partai politik untuk membina dan mendidik umat dengan pemahaman lurus, bukan sekedar wadah yang menampung aspirasi dan suara rakyat.

Telah banyak berdiri patai politik di negeri ini, namun gagal membangkitkan kesadaran berpolitik sesuai dengan tuntunan Islam. Partai politik yang benar adalah partai yang menyandarkan fikrah dan thariqahnya pada asas yang benar. Jika asasnya salah, maka dipastikan pergerakan partainya pun akan salah. Jika melihat standar benar atau salah, maka asas partai sahih haruslah berasaskan Islam. Jika fikrah dan thariqah partai berasas akidah Islam maka orang-orang dalam partai haruslah memiliki kesadaran dan kehendak yang benar, ikatan yang menyikat mereka harus berbasis pada Islam, bukan sekedar ikatan organisasi apalagi kepentingan.

Maka partai yang dibangun di atas basis ideologi yang benar yaitu Islam, mereka akan menempuh dan meraih tujuannya berdasarkan asas tersebut. Disinilah peran penting partai politik sahih hadir di tengah-tengah umat. Partai ini akan membina dan mendidik pemikiran umat dengan Islam. Mereka juga harus melakukan koreksi terhadap kebijakan penguasa. Dalam Islam, berpolitik direalisasikan dalam aktivitas amar makruf nahi mungkar. Oleh karena itu tugas partai politik Islam adalah mengembalikan kehidupan Islam hingga terwujud negara yang menerapkan Islam secara kafah yang tentunya didukung oleh umat.

Wallahu a’lam bishshawab

About Post Author