29/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Kapitalis Penyebab Harapan Kandas, Jeritan Rakyat Terhempas


Oleh : Thohiroh Ranum

Setiap manusia yang menjalani kehidupan, begitupun juga negara, pasti semuanya menginginkan momen kemerdekaan, seperti kegiatan yang ada ditengah-tengah masyarakat tanggal 17 Agustus adalah waktu untuk mengenang pahlawan yang sudah memperjuangkan negara, gugurnya pahlawan dalam melawan penjajah belanda.

Anehnya tepat hari kemerdekaan malah bersikap yang tidak sopan, beberapa pejabat pemerintah meriahkan perayaan kemerdekaan tersebut dengan joget bersama, beginilah pejabat yang menduduki negeri ini, hidup di sistem kapitalis sekuler pasti akan tetap membenarkan sikap bejat sekalipun untuk hak asasi nya, keinginannya hanya bebas sesuai kehendaknya.

Sedangkan saat itu presiden sebagai pejabat tertinggi dinegeri ini, hanya duduk cantik melihat semua bergoyang dan pastinya dibiarkan. Padahal para pejabat adalah panutan bagi rakyatnya, contoh terbesar bagi bawahannya, tempat mengadu keluh kesahnya dibawah kenegaraan nya. https://nasional.tempo.co/amp/1623699/prabowo-subianto-hingga-retno-marsudi-joget-bareng-di-istana-meriahkan-perayaan-kemerdekaan

Sungguh miris sekali, kemerdekaan apa yang dimaksud, dengan aktivitas yang kurang bermanfaat bagi generasi, memberikan dampak buruk yang bertubi-tubi, kenyataan merdeka yang ada hanya ilusi.

Kita generasi muda tidaklah buta, harus melek politik agar mengetahui kemerdekaan saat ini, sejatinya tidak ada yang merdeka jika masih bergantung pada suntikan dana luar negeri, hutang yang semakin menumpuk, pengelolaan SDA (Sumber Daya Alam) masih jadi babu dirumah sendiri, dan mengeluarkan kebijakan masih dengan tekanan, terus akan ada dibawah dorongan liciknya asing penjajah.

Gambarannya sangat jauh jika daulah Islam itu tegak, pemahaman merdeka pastinya harus hakiki dan menyeluruh, karena tempat kita tidak hanya dunia melainkan juga sampai akhirat, diakhirat inilah hidup kekal. Ketentraman dalam hidup harapan rakyat, tetapi jika pemimpinnya selalu bergerak kepada keinginan saja maka yang jadi korban tetap rakyatnya, dan ketentraman itu dengan diterapkan kebijakan yang sesuai syariah Islam bukan karena uang dan kedudukan.

Jika memungkinkan adanya acara dalam kemerdekaan, pastilah acara tersebut memiliki manfaat yang komplit, dimana acaranya membawa dampak positif, menguatkan aqidahnya yaitu hubungan kita dengan Sang Pencipta.

Kita sadar kekuatan untuk mengurus segala keperluan umat yaitu ada dalam naungan daulah Khilafah. Tanpa daulah maka semuanya rancu, terjadi tumpang tindih, dan ada unsur ketidakjelasan, satu-satunya solusi yang tepat adalah penerapan Islam Kaffah.

About Post Author