26/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Bejatnya Sistem Kapitalis Sekuler, Hilanglah Sportivitas

Oleh : Thohiroh Ranum
(Pemerhati Politik, Pengemban Dakwah)

Negara Indonesia adalah tempat yang memiliki banyak keindahan dan kemewahan, dari tumbuhan-tumbuhan, luasnya lautan, bumi dengan migas nya, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Begitu pula dengan kondisi yang ada di Madura, tidak kalah bagus dengan pepohonan yang menjulang, dan lautan yang terhampar, bumi yang dipijak. Baru-baru ini ada kabar Madura mengirim pertandingan sepak bola yang diwakili oleh Madura United, tujuannya juga ingin mempererat persatuan sepak bola di Indonesia.

Dengan tujuan bersama yang baik, harusnya disambut dengan sikap yang baik pula, tidak ada penyelewengan dan pelanggaran dalam mengiringi pertandingan tersebut. Pada hakikatnya tujuan itu mempersatukan, diarena bisa profesional dalam pertandingannya, harus saling suport dan semangat di masing-masing regu.

Apalah daya manusia hanya berencana, tetapi terkadang hanya hiasan kata-kata saja, perjalanan pertandingan membuat hati berbelok, ternyata tujuan yang mulia dikhianati begitu saja, kesungguhan niat dikecewakan dengan terang-terangan.

Sangat menyayangkan saat memilih sikap yang curang, entah apa yang ada dalam benaknya sehingga melakukan hal yang bobrok kepada lawan mainnya, padahal pertandingan itu hanya dengan durasi yang sempit, ditukar dengan persaudaraan sebangsa dan setanah air, yang pastinya akan dijalani selamanya.

Kalau pun ingin meraih kemenangan, harusnya dengan cara yang baik dan tidak merugikan orang lain, sebagai pemain sepak bola seharusnya memberikan contoh yang baik bagi generasi setelahnya. Profesional kita akan diperhitungkan untuk masa depan bangsa, dan harus akui secara tegas apa yang menjadi kekurangan dan kelebihannya.

Perhatian ini juga tertuju kepada semuanya, tidak hanya pemain dilapangan tetapi aparatur yang ada dilapangan termasuk wasit harus jeli melihat keadaan masing-masing pemain, kalau ada yang kurang tepat atau pelanggaran, maka tegas untuk bisa memutuskan seadil-adilnya.

Padahal sudah ditunjukkan pelanggaran yang dilakukan dengan adanya video tersebut, tetapi penegasan dari wasit pun tetap tidak ada. Ini pertandingan bukan main-main, maka harus diselesaikan dengan baik, kita sebagai pemain yang terdzolimi mencari keadilan, tetapi ternyata musnah harapan untuk keadilan yang ada. https://mataram.antaranews.com/amp/berita/213449/madura-united-sayangkan-tindakan-tak-sportif

Beginilah jika kita hidup disistem yang cacat, bejatnya prilakunya membuat kita teraniaya, mencari keadilan terkadang dituduh menyebarkan kerusuhan, mencari kebanaran dituduh memprovokasi orang lain. Sistem yang bebas semaunya, tidak melihat kebebasannya merugikan orang lain, kebebasannya menyakiti orang banyak.

Sistem kapitalis sekuler membuat kita mabuk kepayang, hilang akal hingga berbuat tanpa sadar, tidak mau berkhianat tetapi terkadang juga terkena cipratan dari aturan yang zalim ini, terpaksa dan dipaksa untuk ada didalam sistem saat ini. Jadi tidak heran sikap yang dilakukan menguntungkan bagi dirinya sendiri, enggan melihat kondisi orang lain sebab dari sikap kita, kepedulian sudah sirna hingga menyakiti orang lain dengan sengaja.

Kapitalis sekuler akan terus bersemayam, semakin kuat untuk melahirkan generasi yang cacat mental, maka dari itu kita tidak boleh diam, karena kejadian yang buruk akan juga menimpa generasi setelahnya.

Jelas jauh berbeda jika kita ada dalam naungan sistem Islam, pertandingan akan berjalan tanpa pengkhianatan, semua pemain akan terjadi ukhuwah nya, tidak akan ada pelanggaran kecil apalagi besar sekalipun, kecurangan yang biasa terjadi akan musnah, karena sportivitas di antara pemain sudah ditanamkan.

Solusi Islam membawa kedamaian, keadilan dalam pertandingan akan terus dijaga, kesucian tujuan akan diselaraskan, karena pertandingan tersebut tidak hanya bersifat dunia saja, tetapi dari awal pertandingan sampai akhir akan diarahkan untuk selalu terikat dengan yang Allah Ridhoi. Akan diberikan pemahaman bahwa kemenangan sesungguhnya jika kita dibarengi dengan ketaatan kepada Allah, sehingga tidak mudah masing-masing pemain dihiasi dengan keburukan atas pelanggaran yang ada.

Sistem Islam keseluruhan dalam perjalanan pertandingan sepak bola ini, tidak bisa dijamin berjalan dengan mudah dan lancar, jika tidak ada dalam naungan Khilafah. Maka tegaknya Khilafah ‘Ala minhajin Nubuwwah diwajibkan untuk kita, penjaminan yang kokoh butuh solusi yang tuntas, satu-satunya tempat kembali ada dibawah naungan Islam Kaffah.

About Post Author