06/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

FENOMENA K- WAVE DAN PANDANGAN TERHADAP KAUM PELANGI

Oleh Fini Kirana

Saat ini K-Wave atau Korean Wave  sudah menyebarluas ke seluruh penjuru dunia. Keberhasilan Negeri gingseng (Korea Selatan) dalam memperkenalkan budayanya pada dunia membuat k-wave semakin booming dan dikenal oleh hampir semua generasi. Hal ini karena k-wave tak hanya disukai oleh para remaja saja tapi dikenal oleh semua kalangan usia mulai dari usia 20-an sampai usia 40-an bahkan ada pula yang masih ‘balita’. 
Sebenarnya apa sih k-wave  itu?Jadi K-Wave (Korean  Wave) atau Hallyu adalah sebuah gelombang besar yang mengacu pada meningkatnya minat publik terhadap budaya yang dibawa oleh Korea Selatan. Produk dari k-wave yaitu Korean pop (Kpop), K-Drama, Korean food, Korean style, Korean skincare, Korean culture dan masih banyak lagi. Bahasa mudahnya sih, K-Waves adalah segala sesuatu yang berasal dari Korea Selatan. 

Mengapa K-waves sangat disukai? Karena K-Waves dibawa atau dikenalkan oleh para pemuda yang tampan dan cantik serta multi talent atau yang biasa dikenal sebagai “oppa” atau “eonni”. Nah oppa dan eonni inilah yang berperan besar dalam mengenalkan budaya Korea pada dunia, mereka bertugas mengenalkan Korea melalui karya mereka berupa lagu, film dan drama. Paras mereka yang good looking serta kecakapan mereka dalam menunjukkan talentanya berhasil menarik banyak perhatian dan cinta dari para fans. Kisah perjuangan di balik kesuksesan para idol pun berhasil mencuri banyak simpati dari para fans-nya sehingga para fans menjadi sangat royal pada idola mereka. Di manapun idolanya konser, di acara apapun mereka tampil akan selalu diikuti dan ditonton oleh para fans mereka, bahkan merchandise yang berbau idolanya pun rela mereka beli walaupun merogoh uang yang tidak sedikit.
Namun dibalik kesuksesan K-Waves ini ada propaganda yang dikampanyekan di dalamnya, salah satunya adalah L6BT. Kampanye L6BT ini sudah sering ditampilkan dalam drama-drama, variety show, bahkan saat konser selalu muncul konsep bromance (dua laki-laki yang saling menunjukkan keromantisan). Namun hal ini dikemas dengan konsep yang lucu sehingga terkadang penonton tidak menyadari atau bahkan tertipu dengan kemasannya.
Contohnya di dalam sebuah drama berjudul Mr. Queen yang menceritakan tentang seorang laki-laki dari masa depan bertukar jiwa dengan seorang ratu. Ratu yang biasanya tampil sopan, anggun dan kalem mendadak berubah menjadi pemberani dan tomboy. Kemudian saat seorang selir mendekati sang ratu, wajahnya menjadi merah merona. Di sini penonton diberi pemahaman bahwa di dalam tubuh ratu terdapat jiwa seorang laki-laki sehingga dia bisa menyukai selirnya padahal secara realita ratu dan laki-laki tersebut tidak bertukar jiwa, akan tetapi keduanya hanya bersikap menjadi lebih aneh yaitu sang ratu bersikap seperti laki-laki.
Maka sebenarnya, di dalam drama ini ada upaya untuk mengaburkan konsep gender dari pikiran penontonnya dan secara tidak langsung penonton digiring untuk menyetujui dan memaklumi perilaku L6BT ini. Maka tak heran ketika melihat pelaku gay dan lesbian, akan selalu ada yang bilang “itu kan pilihan dia, kita hargai saja”. Padahal dalam syariat Islam, Allah melaknat perbuatan tersebut seperti yang disebutkan dalam sebuah hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi SAW bersabda, “Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Nabi Luth. Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Nabi”. Beliau sampaikan sampai tiga kali [HR. Ahmad].
Kemudian hadis lain menyebutkan bahwa “Siapa menjumpai orang yang melakukan perbuatan homo seperti kelakuan kaum Luth maka bunuhlah pelaku dan objeknya” [HR. Ahmad dan Abu Daud].
Seharusnya sebagai seorang muslim kita tidak memberikan pembenaran dan dukungan terhadap perilaku menyimpang yang bisa mengundang murka Allah tersebut. Sebaliknya, kita harus menolak dan memberikan sikap yang tegas terhadap segala bentuk penyimpangan syariat. Kita memang tidak boleh membenci manusia akan tetapi bukan berarti membiarkannya tetap terjerumus pada perbuatan yang salah justru tugas kitalah untuk membantu mereka agar kembali kepada fitrahnya. Sebab, cara mengungkapkan rasa cinta bukan hanya dengan bermanis muka apalagi jika menyangkut perkara yang bertentangan dengan syariat. Justru kita harus mengingatkan orang tersebut agar kembali pada syariat.

About Post Author