04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Lagi, Tubuh Pendidikan Dijangkiti Virus Korupsi


Widya Amidyas Senja
Pendidik Generasi

Sujiwo Tejo – “Kenapa orang Indonesia selalu mempromosikan batik, reog? Kok Korupsi nggak? Padahal korupsilah budaya kita yang paling mahal”

Ungkapan itu merupakan sindiran pedas yang sudah ada sejak beberapa tahun lalu dan banyak dibaca berulang-ulang. Namun tidak cukup membuat mereka para “garong” negeri menjadi sadar bahwa korupsi adalah perbuatan berdosa, hina, tercela, dan merugikan masyarakat, bangsa dan negara. Menjadi pertanyaan besar, bagaimana ia dididik sejak kecil hingga dewasa, hingga ia merasa bahwa korupsi adalah salah satu cara mencari nafkah yang sah?

Lagi, Ranah Pendidikan dijangkiti virus korupsi. Terjadi pada seorang rektor yang tertangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru tahun 2022 di Lampung. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan tujuh orang.

“Tim KPK sejauh ini mengamankan sekitar tujuh orang di Bandung dan Lampung.” Kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, pada Sabtu (20/8), news.detik.com.
Kementrian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menyatakan bahwa kejadian seorang rektor yang tertangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap menjadi pelajaran untuk melakukan perbaikan.

“Kejadian ini juga menjadi pembelajaran bagi kami untuk terus menerus melakukan perbaikan tata Kelola dan peningkatan pengawasan dengan tetap mendorong otonomi perguruan tinggi yang sehat dan akuntabel” kata Plt Direktur Jenderal Pendidikan tinggi Riset dan Teknologi (Diktiristek) Nizam Saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (21/8/2022).

Korupsi tidak akan pernah berakhir manakala aturan halal/haram tidak tertanam kokoh dalam diri dan pemikiran setiap orang. Aturan tersebut hanyalah dijadikan pengetahuan agama yang diberlakukan Ketika ada aktivitas yang ada kaitannya dengan keagamaan.

Pendidikan sekuler hanya akan mengesampingkan bahkan menenggelamkan kemuliaan aturan Allah SWT. Betapapun dilaksanakannya berbagai Pendidikan dan Latihan karakter, selama Pendidikan tersebut berbasis sekuler, maka tidak akan pernah tertanam kejujuran, karakter mulia serta kebijaksanaan dalam Tindakan. Sekulerisme datang dari aturan manusia dengan berbagai kepentingan manusiawi, yang hukumannya hanya akan berlaku Ketika pelanggarannya diketahui manusia lain. Bahkan, Ketika pelanggaran terjadi, hukum masih bisa dimanipulasi. Sehingga para pelanggar aturan hanya akan memperoleh hukuman minimalis atau mungkin bisa bebas dari hukuman. Hukum semacam ini menjadikan mereka kebal hukum dan tidak ada rasa takut akan konsekuensinya.

Berbeda dengan Pendidikan yang berbasis hukum Islam, hukum yang bersumber dari Allah SWT., tidak ada kepentingan manusiawi, yang berlaku hanyalah aturan yang hakiki, shahih, adil dan mendatangkan kemaslahatan bagi umat manusia. Mereka yang sadar dan takut terhadap Allah SWT., akan lebih memilih taat terhadap aturan dan hukum-Nya. Karena mereka sadar bahwa azab Allah SWT sangat pedih.

Hukum yang berlaku berdasarkan hukum Islam, menjadikan sejahtera bagi umatnya yang taat, dan menjakdikan para pelanggarnya benar-benar jera. Maka tidak ada lagi yang lebih sempurna, selain Pendidikan yang bersumber dari hukum Islam dan hanya dapat diwujudkan oleh negara yang menganut sistem Islam.

Tertuang jelas di dalam Al-Qur’an :
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah Kucukupkan padamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu menjadi agamamu.” (QS Al-Maidah [5]: 3)

Islam yang mampu menciptakan peradaban yang harmoni antara ketaatan dan kecerdasan, laku spiritual dan tindak intelektual, kekayaan rohani dan kemakmuran materi, serta harmoni dari segi ukhrawi dan duniawi. Konsep sempurna Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, begitu serasi dengan konsep Rasulullah Muhammad SAW. Maka tidak ada pilihan lain lagi selain terwujudnya aturan Islam yang kamilan, dalam bingkai Sistem Daulah Islamiyah.
Wallaahu a’lam bishshawaab

About Post Author