06/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Harga Telur Naik, Pemerintah Setengah Hati Cari Solusi

Oleh: Tinah Ma’e Miftah
Aktivis Muslimah dan Member Akademi Menulis Kreatif

Hampir sebulan ini, masyarakat dibuat tambah pusing dengan harga telur yang terus mengalami kenaikan. Pasalnya, telur merupakan salah satu kebutuhan pokok yang banyak dicari masyarakat. Bukan hanya oleh para ibu rumah tangga, tapi juga pelaku usaha kecil yang menggunakan telur sebagai bahan baku dagangannya.

Hal tersebut juga dirasakan oleh salah satu owner pedagang martabak telur di Kota Palembang, RH. Lia Malinda (39) yang mengatakan kenaikan harga telur sangat berdampak pada bisnisnya. Kendati demikian ia tidak berani menaikkan harga dagangannya karena takut ditinggalkan pelanggan.

“Kalau untuk menaikkan harga kami belum berani, karena daya beli martabak telur masih sangat rendah. Masih tetap dengan harga 14 ribu per satu porsi. Hanya saja kami menyiasatinya dengan menggunakan telur yang lebih kecil dari ukuran sebelumnya,” ungkap Malinda. (Jpnn.com, Rabu, 31 Agustus 2022).

Saat ini harga telur ayam di Pasar Kebayoran, Jakarta, telah menembus angka Rp30.000-Rp33.000 per kilogram, sedang untuk level warung eceran mencapai Rp33.000 per kilogram. (Tempo.com, Kamis, 1-9-2022)

Sementara itu, penyebab terjadinya kenaikan harga telur pun masih menjadi perdebatan hangat antara Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan dan Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini.

Menurut Zulkifli Hasan, penyebab naiknya harga telur saat ini karena adanya bantuan sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial yang dirapel tiga bulan sehingga stok telur berkurang. Tak sampai di situ, Zulhas pun mengatakan bahwa naiknya harga telur sebagai tanda pemulihan ekonomi masyarakat sehingga mengakibatkan permintaan terhadap telur meningkat.

Menanggapi perkataan Mendag Zulkifli Hasan tersebut, Mensos Tri Rismaharini membantah dengan tegas bahwa bukan bansos yang menjadi penyebab kenaikan harga telur. Menurut Risma, Bansos diberikan dalam bentuk uang melalui bank. Dan masyarakat diberikan kebebasan untuk menggunakan uang tersebut, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Terjadinya silang pendapat di antara para menteri, membuktikan ketidakmampuan pemerintah dalam mengurusi urusan rakyatnya. Mereka saling lempar kesalahan dan tanggung jawab, bukannya mencari solusi agar masalah telur bisa segera teratasi.

Tak bisa dipungkiri, kapitalisme terlalu kuat mencengkram negeri ini. Hal itu bisa dibuktikan dengan berbagai kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat, tapi lebih berpihak kepada korporasi. Ditambah lagi dengan adanya pejabat yang kongkalikong, bermain mata dengan para pemilik modal demi keuntungan pribadi.

Di samping itu pemerintah memberikan kelonggaran kepada perusahaan-perusahaan raksasa yang notabene adalah perusahaan asing untuk menguasai hajat hidup masyarakat. Sekaligus memberi fasilitas bagi perusahaan-perusahaan tersebut agar bisa menguasai rantai peternakan dari hulu samapi hilir. Mulai dari penyedia bibit ayam, produsen pakan, sampai ke produk olahan peternakan itu sendiri. Akibatnya peternak kecil tak mampu bersaing, sehingga banyak dari mereka yang gulung tikar.

Saat ini kita membutuhkan solusi yang tepat untuk mengatasi berbagai persoalan negeri. Tingginya harga telur hanya sebagian dari permasalahan yang harus ditanggung masyarakat. Para peternak kecil butuh perhatian, pengurusan dan perlindungan dari pemerintah. Semua itu hanya akan didapat dari negara yang menerapkan Islam secara kafah.

Negara Islam menjalankan politik dalam negerinya berdasarkan syariat Islam dan menerapkan sistem ekonomi Islam. Dengan demikian negara tidak akan membiarkan dominasi perusahaan asing menguasai ekonomi negeri ini. Apalagi sampai mengendalikan produksi sekaligus menguasai harga pasar.

Negara akan bertanggung jawab memberikan sarana kepada para peternak, di antaranya produksi pakan dalam negeri. Sehingga harga pakan akan terjangkau oleh masyarakat. Negara juga akan membangun infrastruktur untuk mendukung para peternak, agar mudah menjual hasil-hasil ternaknya. Mengawasi dan menindak tegas para pelaku pasar yang curang.

Karena tugas negara adalah mengurusi urusan rakyat. Bukan malah membebani dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan, karena rakyat adalah amanah. Sementara amanah wajib untuk ditunaikan, seperti tercantum di dalam Al- Qur’an. Allah Swt. berfirman :

“Sungguh Allah menyuruh kalian menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya. Jika kalian menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kalian menetapkan hukum itu dengan adil (TQS an-Nisa (4): 58)

Wallahu alam bishawab

About Post Author