30/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Pencabulan Santriwati

Oleh Sri Mulyani (aktivis muslimah & guru)

Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( DP2KBP3A) Kabupaten Bandung sudah berusaha mengungkap kasus dugaan tindak asusila yang diduga dilakukan oleh oknum pimpinan pesantren kepada santriwatinya. Kepala DP2KBP3A mengungkapkan pada prinsipnya pihaknya bekerja sesuai tupoksi dan sudah berkoordinasi baik dengan pusat, provinsi ataupun pelapor serta pengacaranya, bahkan sudah menyiapkan psikolog hingga selter untuk para korban jika memang dibutuhkan. (jabar.tribunnews.com)

Kasus seperti ini seringkali berulang dan semakin marak. Hukum sepertinya tidak memiliki efek jera, bahkan kadang berakhir damai. Di satu sisi pesantren diharapkan bisa menjadi solusi pendidikan saat ini yang minim agama, disisi lain sebagian masyarakat khawatir menyekolahkan anak ke pesantren karena banyak kasus seperti ini.

Dari berbagai peristiwa kekerasan seksual dipondok pesantren sekarang ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi orangtua. Khususnya anaknya yang berada di pondok pesantren. Padahal pondok pesantren menjadi salah satu cara agar anak-anak atau generasi memiliki tsaqifah Islam yang mumpuni di tengah gempuran liberalisme yang terjadi sekarang ini. Inilah jika pendidikan berasaskan sekuler, dilembaga pesantrenpun aturan Islam sekedar normatif, pengasuh pesantren yang seharusnya paham tentang aturan interaksi laki-laki dan perempuan malah menjadi pelaku kejahatan.

Islam memandang bahwa kekerasan seksual merupakan tindakan yang berdosa. Adapun untuk mencegah adanya kekerasan seksual maka perlu adanya sistem pergaulan dalam Islam.
Ketika Islam berjaya lebih dari 1300 tahun yang lalu dalam bentuk khilafah Islamiyyah, negara menerapkan aturan bergaul antar individu, yakni sebagai berikut :

  1. Larangan ikhtilat atau campur baur dengan lawan jenis
  2. Larangan berkhalwat atau berdua-duaan tanpa didampingi mahram
  3. Larangan safar lebih dari 24 jam tanpa didampingi mahram
  4. Larangan tabarruj atau berdandan berlebih-lebihan
  5. Wajib menutup aurat dihadapan selain mahramnya, sebagaimana firman Alloh SWT dalam Surah An Nur ayat 31
  6. Menundukkan pandangan ketika bertemu dengan lawan jenis selain mahramnya, sebagaimana firman Alloh SWT dalam QS An Nur ayat 30.
    Sehingga ketika kaum muslim menerapkan hal itu, maka akan terjaga dari hal-hal yang menjerumuskan pada kemaksiatan, insyaallah kaum muslim akan terhindar dari kasus kekerasan seksual.

Maka dari itu, tidak ada lagi pilihan bagi kaum muslim untuk bersegera meninggalkan sistem kapitalisme sekulerisme dan beralih kepada sistem Islam. Dengan sistem Islam niscaya kasus pencabulan khususnya dipondok pesantren tidak akan terulang lagi. Sebaliknya, melalui pondok pesantren akan lahir generasi-generasi yang gemilang buah dari keagungan peradaban Islam.

Wallahu alam bishawab

About Post Author