25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Harga BBM Melambung Tinggi, Derita Rakyat Tiada Henti

Oleh: Echi Aulia
(Pemerhati Remaja)

Baru kemarin masyarakat dikagetkan dengan kenaikan harga telur yang cukup signifikan. Kini masyarakat kembali menjerit, bahkan mengamuk sejak pemerintah resmi mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi dan non subsidi yang melambung tinggi pada Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB.

Seperti diketahui Pertalite naik dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter. Pertamax naik dari Rp 12.500 menjadi Ro 14.500 per liter. Solar subsidi naik dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liter.

Sri Mulyani mengatakan bahwa keputusan yang diambil oleh pemerintah dalam situasi sulit ini merupakan pilihan terakhir. Yaitu dengan mencabut subsidi BBM, kemudian dananya dialihkan untuk bantuan sosial agar lebih tepat sasaran. (kompas.com, 3/9/2022).

Dilansir dari cnbc.Indonesia 4/9/2022, sebelumnya Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadia juga sempat menyampaikan bahwa APBN 2022 tidak kuat lagi untuk menahan kenaikan harga BBM.

Dengan alasan apapun, jelas ini adalah buah penerapan sistem kapitalis sekularisme yang terbukti gagal mensejahterakan rakyat. Alih-alih mensejahterakan, justru derita rakyat makin tak berkesudahan. Kenaikan harga BBM tentu akan berdampak pada sektor lainnya, terutama sektor pangan. Sebab pendistribusian pangan ke daerah lain akan membutuhkan transportasi. Tidak menutup kemungkinan semua harga pangan akan mengalami kenaikan. Bahkan terjadinya inflasi pada semua sektor.

Sungguh memilukan, negara yang seharusnya bertanggung jawab menjamin kebutuhan pokok hidup rakyat, malah sebaliknya, menganggap subsidi sebagai beban APBN. Padahal dana APBN memang seharusnya digunakan untuk kepentingan rakyat. Sedangkan bantuan sosial tepat sasaran sepertinya hanya sekadar wacana. Faktanya, jumlah dana yang diperoleh dari kenaikan harga BBM jauh lebih besar dari dana bansos yang akan dibagikan kepada rakyat. Demikianlah jika bisnis migas dikuasai oleh pemilik modal seperti swasta dan asing.

Dalam Islam, BBM, listrik, gas dan kelapa sawit merupakan kekayaan milik umum. Semua itu tidak bisa dimanfaatkan secara langsung oleh rakyat. Maka biaya dan pengelolaannya diambil alih oleh negara. Kemudian hasilnya disimpan di Baitul Mal kaum muslimin, lalu didistribusikan untuk kemakmuran rakyat. Pemerintah tidak boleh menyerahkan pengelolaannya pada pihak swasta maupun asing yang orientasinya hanya untung rugi.

Rasulullah telah menjelaskan perihal ini dalam sebuah hadits. Dari Ibnu Abbas Nabi bersabda,

“Manusia berserikat (punya andil) dalam tiga hal yaitu air, padang rumput dan api.” (HR. Abu Dawud).

Alhasil, kesejahteraan dapat dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat. Ya, BBM murah dan gratis hanya dapat kita rasakan ketika aturan Islam diterapkan. Sebab kepala negara dalam Islam akan lebih dahulu melindungi dan melayani kepentingan rakyat.

“Sesungguhnya al Imam (Khalifah) itu perisai, di mana orang-orang berlindung dibelakangnya.” (HR Al Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud).

Islam bukan hanya agama ritual, melainkan mengatur seluruh aspek kehidupan. Di mana aturannya yang berasal dari wahyu Allah Swt. akan membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Mari kita akhiri penderitaan rakyat dengan berjuang dan memohon pertolongan Allah untuk tegaknya Islam kembali di muka bumi ini. Wallahu a’lam bisshowab.

About Post Author