26/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Pantaskah Perilaku Korupsi Terjadi dalam Dunia Pendidikan?


Oleh: Ummu Mumtaz

Tidak ada hal yang tidak mungkin jika sesuatu yang dibangun dengan sesuatu yang tidak baik maka akan menghasilkan hasil yang tidak baik pula.

Apa yang terjadi dengan sistem pendidikan kita saat ini dengan berbagai peraturan dan pergantian kurikulum yang membuat segalanya menjadi susah dibuatnya, mau dibawa kemana sebenarnya pendidikan generasi kita? Sistem pendidikan saat ini akan semakin jauh dari aturan setelah beberapa kebijakan dikeluarkan. Tujuan pendidikan semakin samar-samar dan tidak karuan apalagi semakin jauh dari pelajaran agamanya, porsi agama seakan hilang dari pandangan pendidikan bukan dijadikan standar tetapi hanya pelengkap saja. Dulu pendidikan bertujuan agar mencerdaskan kehidupan bangsa, sekarang berubah pasca covid selama hampir lebih 3 tahun, para pelajar disibukkan dengan belajar online pada kenyataannya belajar hanya sebentar, main hp bukan untuk belajarnya berjam-jam. Hal itu berimbas pada generasi yang segalanya mau serba instan, tidak punya cita-cita. Apa-apa searching di goggle, tidak mau berfikir, belajar asal-asalan hingga pendidiknya pun mengajar dengan pas-pasan.

Seperti fakta saat ini, yaitu KPK menetapkan dan menahan Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr.Karomani, Wakil Rektor I Bidang Akademik Heryandi, Ketua Senat Muhammad Basri, dan pihak swasta Andi Desfiandi sebagai tersangka kasus suap terkait penerimaan calon mahasiswa baru Unila 2022. Barang buktinya adalah uang tunai Rp 414,5 juta, slip setoran deposito box diduga berisi emas senilai Rp 1,4 miliar dan ATM serta tabungan sebesar Rp 1,8 miliar. ( BBC, 22/08/2022 ).

Dengan adanya peristiwa itu ternyata semakin jelas bahwa ada saja seorang pendidik yang melakukan kecurangan dengan praktik suap dan jual beli kursi di perguruan tinggi, ini menandakan sistem pendidikan kita semakin tidak karuan dan semakin semrawut. Tujuan pendidikan sekarang berubah dari yang tadinya mendidik berubah menjadi mencari keuntungan/materialistis dan komersial. Apakah pantas hal itu bisa terjadi dalam sistem pendidikan ?

Jawabnya, tentu sangatlah tidak pantas karena bertentangan dengan tujuan pendidikan semula.

Tentu saja prilaku tersebut tidak sepantasnya ada pada seorang pendidik yang pada hakikatnya menjadi suri tauladan bagi anak didiknya. Hal ini menunjukkan bahwa seorang guru bukan mengajarkan anti korupsi malah cinta korupsi.

Inilah akibat dari penerapan sistem Sekularis Kapitalis yang tegak saat ini, segala sesuatunya dimudahkan demi kepentingan para Kapitalis dan kelompoknya. Semuanya serba sistematis dan terencana, dan tidak pernah memikirkan solusi untuk mensejahterakan masyarakat yang ada hanya menyengsarakan rakyat demi meraih kekuasaan dan jabatan.

Dalam Kapitalisme, sistem pendidikannya semakin materialistik dan menghasilkan politik oportunitis, kekuasaan digunakan untuk menggandakan kekayaan untuk meraih kekuasaan yang lebih tinggi lagi.

Untuk menjadi seorang pendidik yang berkualitas, perlu adanya penerapan sebagai berikut:

  1. Harus bertawa kepada Alloh
  2. Mendidik dengan ikhlas penuh kasih sayang
  3. Tidak mengharapkan balasan dari anak didik dan orang lain
  4. Memiliki karakter positif
  5. Harus mengembangkan uslub mengajar yang tidak terpaku pada satu pola saja
  6. Menyadari bahwa keberhasilan belajar merupakan karunia dari Alloh Swt.
    Demikianlah tips-tips yang harus dilakukan sehingga tidak menghasilkan para pendidik yang materialistis yang mengharapkan keuntungan saja tetapi melakukan semua aktivitas dengan mengharapkan keridhoan dari Alloh Swt. Bukan memberikan contoh yang tidak baik dengan melakukan korupsi, bagaimana mendidik anak didiknya jika pendidiknya berlaku demikian, ada peribahasa “guru kencing berdiri murid kencing berlari.” Di sini seharusnya seorang guru berperan sebagai pemimpin yang semuanya akan dipertanggungjawabkan atas apa yang dipimpinnya.”

Bagaimana sistem pendidikan dalam Islam

Islam sangat menjaga sistem pendidikan karena dianggap penting di tengah masyarakat untuk memastikan pemikiran dan pengetahuan Islam tetap terjaga di tengah kaum muslimin dari generasi ke generasi. Karena tsaqofah Islam merupakan kekayaan yang menjadi sumber tegaknya kejayaan Islam dan pendidikan Islam merupakan jalan menuju kesempurnaan yang Alloh ridhoi.

Semuanya telah dicontohkam oleh Rasulullah agar senantiasa segala sesuatu berlandaskan Islam dengan menerapkannya dalam segala aspek kehidupan mulai dari sistem ekonomi, politik, sosial budaya sampai ke sistem pendidikan.

Dengan demikian, semuanya akan terwujud dengan diterapkannya Islam dalam bingkai Daulah Islamiyah ala minhaj nubuwwah yang akan menghasilkan para generasi yang beriman, bertaqwa, bermartabat, bercita-cita demi menyongsong kejayaan Islam yang gemilang berlandaskan Al Qur’an dan As Sunnah. Allohu Akbar.

Wallohu’alam bi Shawwab.

About Post Author