29/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Hukum Islam Mampu Melindungi Perempuan dan Anak

Oleh : Siti Saadah (Ibu rumah tangga)

Persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi salah satu isu hangat yang dibicarakan saat ini, bahkan selalu menjadi polemik yang tidak pernah usai sejak lama.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (menteri PPPA) Bintang Puspayoga menyatakan prihatin terhadap situasi kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“KemenPPPA telah merilis survai pengalaman hidup perempuan nasional 2021. Meskipun mengalami penurunan prevalensi kekerasan terhadap perempuan dan anak masih sangat memprihatinkan”, kata Bintang dalam webinar yang dilakukan secara daring, selasa (8/3/2022).

Sementara survai nasional pengalaman hidup anak dan remaja 2021menggambarkan anak perempuan lebih banyak mengalami satu jenis kekerasan atau lebih sepanjang hidupnya, dibandingkan anak laki-laki” kata Bintang.

Selain itu adanya peningkatan pelaporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui platform simponi – PPPA. Sepanjang tahun 2020-2021, terjadi peningkatan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan sebesar 18,32 persen menjadi 10.368 kasus.

Sementara itu,untuk kasus dan korban kekerasan terhadap anak,pada tahun 2020-2021 meningkat 28,54 persen menjadi 15.971 dari sisi kasus dan dari sisi jumlah korban terlapor meningkat 28,72 persen menjadi 14.517. KOMPAS.com

Kasus kekerasan terhadap perempuan baik dari jenis kekerasan seksual, pencabulan tidak hanya terjadi di lingkungan keluarga dan publik, tapi juga merambat ke arah pendidikan seperti pondok pesantren atau TPQ pada akhir tahun 2021 banyak kasus terungkap. Lalu disusul dengan kasus seorang ibu muda di Riau, korban pemerkosaan, dimarahi dan dipaksa untuk berdamai oleh oknum petugas kepolisian. Sekali lagi korban tak pernah mendapatkan perlindungan apalagi keadilan.

Negara bukan tanpa usaha untuk mencari solusi dalam kasus ini, banyak dibuat kebijakan disahkan perundang-undangan untuk menindak pelaku agar mereka jera. Akan tetapi, faktanya, kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak alih-alih bisa dicegah, justru terus meningkat bahkan dilakukan orang terdekat korban dan mereka yang seharusnya memberi perlindungan.

Kondisi ini sangat mungkin terjadi mengingat akar persoalan kekerasan karena kelemahan pengendalian diri terhadap hawa nafsu yang menguasai dan adanya kebebasan perilaku yang menjadi tabiat hidup saat ini.

Inilah wujud kehidupan yang jauh dari aturan agama dan kehidupan sekuler dengan seluruh cabangnya, yaitu kapitalisme dan liberalisme.

Selama tata kehidupan diatur dengan sistem yang rusak, bukan saja kekerasan terhadap perempuan dan anak, melainkan akan terus terjadi berbagai kekerasan terhadap sesama manusia dalam segala bentuknya, meski ada beribu regulasi yang di sahkan oleh dewan.

Sesungguhnya negara mempunyai peran utama dalam melindungi perempuan dan anak-anak. Karena negara mampu melakukan perlindungan yang hakiki dengan seperangkat aturannya. Perempuan di dalam islam harus dimuliakan dan dijaga martabat dan kehormatannya, islam yang mengharamkan segala bentuk kekerasan dan penindasan termasuk kejahatan seksual.

Dalam Islam dalam melindungi perempuan dari pelecehan dan kekerasan dapat dilihat dari rekam sejarah peradaban islam. Pada tahun 837 M, Al- Mu’tashim Billah menyahut seruan seorang budak muslimah dari Bani Hasyim yang sedang berbelanja di pasar yang meminta pertolongan karena diganggu dan dilecehkan oleh orang Romawi, kainnya diikatkan ke paku sehingga ketika berdiri, terlihatlah sebagian auratnya.

Perlindungan dan jaminan terhadap perempuan dalam hak-hak dasar sebagai manusia. Islam juga melindungi perempuan dari pelecehan, melalui pelaksanaan aturan-aturan dan juga kebijakan yang dilakukan antara lain :

Pertama : Adanya penerapan aturan-aturan Islam yang di khususkan untuk menjaga kehormatan dan martabat perempuan. Misalnya, kewajiban menutup aurat (Qs. An- Nur :31), berjilbab ketika memasuki kehidupan publik (Qs. Al- Ahzab : 59), larangan berhias berlebihan atau tabbaruj (Qs. Al- Araf : 31 dan Qs. Al – Ahzab : 33).

Kedua : Penerapan aturan-aturan islam terkait pergaulan laki-laki dan perempuan. Misalnya, perintah menundukkan pandangan bagi laki-laki (Qs. An- Nur : 30). Larangan berduaan dan campur baur antara laki-laki dan perempuan tanpa ada hajat syar’i.

Ketiga : Penerapan sanksi yang berat bagi pelaku pelecehan. Misalnya, pelaku pemerkosaan akan di hukum hid zina ( Qs. Al- Maidah : 33).

Betapa sempurna islam sebagai suatu sistem kehidupan. Tentunya jika Islam benar-benar diterapkan dalam kehidupan, perempuan dan anak akan terjaga dan terjamin keselamatannya.

Alhasil, hanya dengan kehadiran negara yang menerapkan Islam secara menyeluruh yang mampu menghapus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Wallahu a’lam

About Post Author