26/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Lemahnya Pengawasan Ortu dan Guru

Oleh Sri Mulyani (aktivis muslimah dan pengajar)

Komisi Perlindungan Anak Daerah ( KPAD ) Kabupaten Bandung menilai bahwa perlindungan dan pengawasan terhadap anak-anak, termasuk di lingkungan pendidikan harus ditingkatkan. Ketua KPAD menyatakan bahwa berkembangnya digitalisasi jadi salah satu faktor untuk tingkatkan pengawasan terhadap anak pada zaman sekarang. Menurutnya, perhatian dari guru di sekolah dan keluarga khususnya orangtua untuk saat ini banyak yang acuh terhadap pola membimbing anak.(jabarekspres.com)

Kurangnya perhatian dari orangtua dinilai bisa meningkatkan resiko terjadinya gangguan perilaku pada anak, seperti suka membuat onar dan melakukan bullying semua hal negatif tersebut dilakukan anak-anak semata-mata untuk mendapatkan perhatian dari orangtua dan orang di sekitarnya, kurangnya perhatian dari orangtua juga tidak jarang memunculkan konflik dengan orangtua bahkan mungkin permusuhan. Padahal ada istilah orangtua merupakan pihak yang pertama mendidik untuk membentuk karakter anak saat bersentuhan langsung dengan masyarakat sekitar.

Islam adalah solusi kehidupan, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh Islam termasuk masalah ini. Dalam Islam sebagai orangtua kita harus memahami hakikat anak, bahwa anak itu sebagai amanah, anak itu bukan sumber masalah yang harus kita sayangi, yang harus kita didik, yang harus kita arahkan menjadi hamba Alloh yang sholeh. Anak juga adalah investasi, karena kita memiliki anak kemudian kita bisa menghantarkan mereka menjadi anak sholeh sholehah maka mereka kelak akan mendoakan kita. Anak juga dalam Islam disebut ujian, disitulah kita jadi paham bahwa ketika ada kesulitan, ketika ada keberatan, ketika ada masalah-masalah yang kita hadapi sewaktu membesarkan dan mendidik anak itu wajar karena ujian itu tidak ada yang mudah. Ujian itu semakin kita naik tingkat maka kadar kesulitan itu akan semakin rumit akan semakin komplek begitupun anak, ada anak yang suka membangkang, ada anak yang sangat memberatkan hati kita , harus kita sadari itulah ujian dari Alloh, sehingga kita harus sabar dan tawakal kepada Alloh dengan sungguh-sungguh mencari solusinya.

Islam juga memberikan solusi untuk orangtua dalam menghantarkan anak sesuai dengan ajaran Islam diantaranya adalah orangtua harus paham bahwa anak bukanlah orang dewasa yang bisa langsung mengerti, anak sedang mencari jati dirinya dan sedang berproses, tugas kita sebagai orangtua memberikan informasi yang benar sesuai ajaran Islam sehingga bisa menghantarkan kepada sikap yang benar. Orangtua juga harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, update terhadap masalah anak, mengikuti perkembangan terhadap masalah remaja. Kemudian mengasah skill komunikasi yang efektif, tanpa komunikasi yang baik tidak mungkin orangtua bisa mengetahui masalah yang sedang dihadapi anak.

Dan orangtua harus paham kondisi sekarang memang kondisi yang sedang didominasi oleh kapitalisme sekulerisme dan sebenarnya itu biang masalahnya, itu pemicu, sumber dari segala masalah termasuk kemaksiatan-kemaksiatan yang meracuni anak-anak kita yang merusak pemikiran mereka. Itu harus menjadi perhatian orangtua bahwa kalau kita ingin memiliki anak sholeh sholehah dan mudah mendidiknya, menjadi orangtua yang bijaksana maka kitapun harus ada upaya bagaimana mengganti sistem kapitalisme sekulerisme dengan sistem yang menyejahterakan yang melahirkan orangtua bijaksana dan anak sholeh sholehah yaitu sistem Islam.

Wallahu alam bishawab

About Post Author