04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Jeritan Rakyat Berbalas Lagu

Oleh Fira Ummu Abdullah
Praktisi Pendidikan

Kenaikan harga bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan pemerintah masih menjadi perbincangan dan muncul banyak penolakan ditengah masyarakat. Karena dengan naiknya harga BBM secara otomatis mensahkan naiknya seluruh harga bahan pokok dan kebutuhan umum lainnya. Ditengah krisis ekonomi, masyarakat ibarat harus menelan pil pahit dalam menghadapi kenyataan bertambah sulitnya biaya hidup saat ini.

Berbagai aksi demo terhadap pemerintah dilakukan masyarakat dari berbagai kalangan. Dari mulai supir angkot, buruh hingga mahasiswa turun andil turun ke jalan demi menyampaikan aspirasi mereka. Menggunakan hak suaranya berupa menyampaikan pendapat yang hak hidup di negeri yang menjunjung tinggi demokrasi. Mereka melakukan aksi penolakan tersebut di depan gedung DPR. Namun, sayang niat dan aksi baik sekaligus heroik mereka, alih-alih didengar dengan cara yang bijak yang ada justru sebaliknya. Teriakan mereka terpental di dinding -dinding kokoh ruangan sejuk ber AC para wakil rakyat.
.
Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mengkritik moment perayaan ulang tahun Ketua DPR Puan Maharani di rapat paripurna saat demo buruh terkait kenaikan BBM sedang berlangsung. Peneliti Formappi Lucius Karus menilai hal itu memalukan (Detiknews, 7/9/2022)

Saat rakyat menjerit menolak kenaikan BBM, DPR tidak punya empati. Sebaliknya DPR malah memilih melanjutkan rapat dengan iringan lagu ulang tahun yang ditujukan untuk Ketua DPR. Hal ini tentulah menjadi sebuah paradoks para pemangku kekuasaan.

Dari realita yang cukup memalukan itu, setidaknya ada beberapa hal yang menjadi penilaian:

  1. Pemerintah tak peduli dengan nasib rakyatnya.
    Sudah menjadi suatu keharusan, bahwa pemimpin bertanggung jawab atas orang yang dipimpinnya. Pun juga dalam Islam seorang pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Karenanya urusan sekecil apa pun, selama itu berkaitan dengan kepentingan rakyat maka seorang pemimpin bertanggung jawab atasnya.

Seorang pemimpin yang bijak akan paham betul kebutuhan rakyatnya, tak akan membuatnya hidup menderita, berusaha untuk selalu memenuhi setiap hajat hidupnya dan merasa bertanggung jawab penuh atas kesejahteraan rakyatnya. Bahkan seharusnya ia merasa malu jika ia sebagai pemimpin hidup kenyang penuh dengan kesejahteraan berupa harta kekayaan, sementara rakyatnya mati dalam keadaan lapar dan kesengsaraan.

Khalifah Umar adalah salah satu contoh keteladanan seorang pemimpin. Ia tidak sanggup memikul dosa atas lalainya dalam mengurusi rakyatnya. Ketika menemui seorang wanita dengan beberapa anaknya yang masih kecil dalam kondisi kelaparan, Khalifah Umar rela memikul gandum sendiri dari gudang penyimpanan bahan pokok ke rumah wanita tadi yang diketahui jaraknya tidaklah dekat. Bahkan tidak cukup sampai disitu, beliau pun rela memasak dan menyuapi bubur kepada anak-anak wanita tadi hingga mereka merasa kenyang dan tertidur.

  1. Iman yang tak lagi mengakar
    Seorang pemimpin yang paham betul urusan rakyatnya tak mungkin abai dan lalai. Ia akan terus introspeksi diri dan evaluasi atas setiap kinerjanya secara berkala. Pun juga ketika seorang pemimpin memiliki keimanan yang kokoh dan mengakar. Ketika tahu masalah negara bertubi-tubi, ia tak akan lari kepada hal lain selain meminta pertolongan Allah. Dan itu tak akan dilakukan kecuali oleh orang yang paham akan tugas dan perannya di dunia ini, yakni sebagai hamba Allah yang harus bertaqwa. Sehingga rasa khauf (takut) dan wara’ (hati-hati) setiap mengambil keputusan dipikirkannya betul-betul secara matang.
  2. Sistem rusak membentuk penguasa yang abai

Potret penguasa yang peduli dan bertanggung jawab atas urusan rakyatnya memang akan sangat sulit kita dapatkan dalam sistem kapitalis yang sudah diujung tanduk ini. Karena sistem bertanggung jawab atas terciptanya manusia-manusia yang bermoral. Sebersih dan sebaik-baiknya orang, jika sudah masuk ke dalam lingkungan yang rusak tentu ia akan mudah tercemari. Kertas putih jika dicelupkan ke dalam cat berwarna hitam, tentu mustahil ketika diangkat akan tetap berwarna putih bersih seperti aslinya. Melainkan kertas itu akan berubah menjadi warna hitam bukan?
.
Allah ta’ala berfirman, yang artinya:
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu pemimpin) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi keada kaum kerabat dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia mmeberi pelajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”
( QS. An-Nahl:90).

Karenanya kita merindukan pemimpin yang amanah dan memiliki rasa takut atas tanggungjawabnya di dunia dan akhirat kelak. Menyuarakan kebenaran agar syari’at Islam dijalankan (dalam seluruh aspek kehidupan) haruslah terus digulirkan. Dengan demikian, kesejahteraan akan meliputi seluruh alam.

Wallahualam bissawab.

About Post Author